Archive

Archive for the ‘Militerism In West Papua’ Category

TNI KOSTRAD BATALION 755 KURULU SIKSA MASYARAKAT UMPAGALO KURULU TANGGAL 3 NOVEMBER 2011

November 4, 2011 Leave a comment

Kekerasan di Papua kelihatannya tidak akan habis selama Polisi/ TNI dan Pemerintah Indonesia masih menganggap semua kegiatan termasuk siliturahi keluarga dan tetua suku berkumpul masih di stingma Separatis.

Hal ini terjadi dimana Tentara Indonesia dari Batalyon Kostrad 755 Kurulu menggerebek Suatu Pertemuan Damai Tetua dan Sesepuh di Desa Umpagalo, dekat Kota Wamena Papua. Penggerebakan TNI ini di awali dengan Bunyi rentetan Mesin senjata api kesegala arah sehingga membuat masyarakat di desa ini dalam keadaan panik.

Dalam Kesempatan Yang sama Tentara Indonesia mengumpulkan semua orang tua,dan Pemuda lalu Mereka di Siksa dan dipukul di depan istri dan anak-anak Mereka sehingga mereka malu.

Penyiksaan ini terjadi bukan sekali kepada mereka, namun terus-menerus tdilakukan dengan cara memukul popor senapan ke kepala mereka ,mereka di cambuk di wajah mereka dan punggung. Selain itu Perempuan juga turut di pukul sekitar kepala oleh tentara Indonesia.Setelah menyiksa Desa ini,TNI keluar Kampung dan meninggalkan Desa dalam Keaadaan Ketakutan dan Sedih.

Mereka yang menjadi korban adalah,(1.) Melianus Wantik.(2.) Edo Doga,(3). Mark Walilo. (4). Philip Wantik,(5). Kosy Wilem (6). Elius Dabi Masyarakat(7). Lamber Dabi,(8.) Othi Komunitas Logo(9). Nilik Hiluka,(10). Hukum Logo(11.) Mabel Martin(12.) Saul Logo

Advertisements

Indonesian soldiers from the Kurulu Battalion KOSRAT 755 raided a peaceful gathering of village elders in the highland village of Umpagalo.

November 3, 2011 Leave a comment

Indonesian soldiers from the Kurulu Battalion KOSRAT 755 raided a peaceful gathering of village elders in the highland village of Umpagalo, close to Wamena. Machine gun fire filed the village, leaving villagers in a state of panic.

Indonesian soldiers then rounded up all the elders and young men and subjected them to a humiliating torture and beating in front of their wives and children.

The torture subjected to the men included continual smashing of rifle butts into their heads till, lashings of their face and backs. Women were also smacked around the heads by the Indonesian soldiers.

This senseless violence has left the village in despair. We are urging people to contact their local politican and urge them to raise the issue on a national level at the earliest opportunity.

The victims include: Read more…